Focus Group Discussion : Celebrating Diversity of Peace “Pemuda Merayakan Keberagaman dan Mengamalkan Nilai-nilai Pancasila”

Spread the love

 

Dq. Anggi Sanjaya mewakili Gemaku dalam acara focus group discussion lintas agama yang digagas oleh Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Jakarta bersama Orang Muda Lintas Agama. Peserta berasal dari beberapa organisasi dan lembaga kepemudaan lintas agama (PMKAJ, PMKRI, PHDI, Hikmahbudhi, IPPNU, Forum Jong Indonesia, ANBTI, Gusdurian, ICRP, Peradah, Pemuda MATAKIN, dll).

Kegiatan ini dibuka oleh Bpk. Anang Prihantoro (Anggota DPD – RI), beliau menyampaikan bahwa pemuda lintas agama harus sering bertemu dan berjumpa dalam segala hal. Sebab keberagaman akan tumbuh jika para pemuda mampu berdialog dan membangun persaudaraan guna membangun bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik.

Selanjutnya diikuti beberapa narasumber lain diantaranya; Yudi Latief (Ketua Reform Institute dan Kepala Pusat Study Pancasila, Alissa Wahid (Gusdurian), Bhikku Darmakaro (Walubi), Pdt. Manuel E. Raitung (Ketua PGI Jakarta), Prof. Magnis Suseno, Bpk. Dr. H. Rumadi (PBNU), Js. Liem Liliany Lontoh (Matakin Jakarta). Wayan Sudane (PHDI), dll.

Hasil FGD Dalam Komitmen Bersama Orang Muda Lintas Agama

1. Menggugah dan mengingatkan orang muda Indonesia tentang pentingnya budaya dialog antar umat dari berbagai latar belakang agama dan tradisi budaya agar tercipta budaya damai, toleran dan saling memahami antar umat, sebagai aktualisasi kasih kepada Tuhan Allah dan sesama sesuai dengan ajaran kasih dari agama dan keyakinan masing-masing.

2. Agar peran kerukunan antar agama dapat menjadi suatu forum untuk saling tukar informasi diantara umat dari berbagai latar belakang budaya dan agama guna mendapatkan pemahaman yang lengkap dan mencari common world agar tercipta budaya toleransi dan saling memahami satu sama lain.

3. Menyebarluaskan budaya damai dan toleran sampai di tingkat akar rumput secara bersama-sama oleh tokoh lintas agama dan memperteguh pelayanan kasih dalam sesama umat beriman.

4. Memfasilitasinya orang muda dari berbagai agama untuk saling mengenal perbedaan agama dan memahami nilai-nilai pancasila serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

5. Membentuk komunitas orang muda lintas agama yang mempunyai visi keterbukaan, toleran dan mengedepankan dialog untuk mewujudkan perdamaian.

6. Memunculkan para orang muda sebagai lokomotif perdamaian berbakat yang concern terhadap isu-isu kerukunan dan perdamaian.

img-20160920-wa0036 img-20160920-wa0038 img-20160920-wa0039

 

Keberagaman merupakan sebuah keniscayaan yang tidak perlu lagi diperdebatkan, karena menyangkut kodrat dan hak manusia dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Apalagi orang yang membeda-bedakan manusia; membenci, menyalahkan seseorang hanya berdasar perbedaan SARA ialah orang yang justru secara tidak langsung menyalahkan Khalik Sang Pencipta Alam Semesta. Karena dari-Nya lah semua berasal, DIA tidak ingin kita sama, maka DIA mengilhami perbedaan itu untuk kemudian dapat dirajut oleh manusia menjadi sebuah bingkai besar gambaran keindahan dunia.

 

Sabtu, 17 September 2016

(Gedung Nusantara V Ruang GBHN Kompleks Parlemen MPR, DPR, DPD RI – Jakarta)


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.