Gemaku.org Islam and Confucian School of Peace, Malang, 14-16 Oktober 2016

Mereka ini Berdialog sambil Belajar Hubungan Lintas Agama

Sejumlah mahasiswa dari berbagai daerah di tanah air mengikuti kegiatan Sekolah Dialog Islam dan Khonghucu untuk Perdamaian di Klenteng Eng An Kiong Malang, pada 14 – 16 Oktober 2016.

Kegiatan tersebut secara khusus mengajak mahasiswa S1 maupun S2 berpartisipasi untuk mengikuti kegiatan dialog lintas agama. Sejumlah materi terkait menghilangkan prasangka, membangun harmoni maupun etika sosial diberikan untuk menciptakan pengetahuan baru bagi mahasiswa tentang pentingnya dialog lintas iman.

Sejumlah pemateri dengan otoritas keilmuwan mempuni dibidangnya pun diundang untuk memberikan pemahaman signifikan tentang perlunya dialog lintas iman tersebut.

img-20161017-wa027

Salah satu peserta, Desi Fajarwati Lesmana dari UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus anggota YIPC Jawa Timur, mengemukan jika kegiatan tersebut sangat berkesan, memberikan pemahaman yang cukup luas tentang manfaat etika sosial.

“Materi berkesan sih tentang etika sosial yang dibawakan oleh Pak Syamsul Arifin. Pemateri tersebut menggunakan teori dari Abdullah Said terkait core values – fundamental values, interpretation dan manifestation,” ungkap Desi.

Dia menambahkan jika pemahaman sederhananya seperti ini, core values merupakan inti dari dalam agama. Di dalam islam, misalnya terkait sholat, puasa, dll dan itulah yang disebut fundamental values dan melekat kuat bagi para pemeluknya. Sedangkan interpretasi ini kemudian menjadikan banyak perbedaan dalam setiap agama. Hal ini juga dikaitkan adanya manifestasi, berupa sentuhan budaya dalam setiap keyakinan dan agama.

Pesan lainnya, lanjut Desi, adanya etika yang bisa dijalankan dengan penuh kesadaran, yaitu memahami sesuatu yang baik dan buruk.

“Pak Syamsul mengambil pelajaran dari Film Rudy Habibi tidak membatasi dan menyimplifikasikan tuhan dalam agama dan juga tidak menyimplifikasikan tuhan dalam tempat ibadah. Sebab Rudy Habibi pernah melakukan sholat dalam Gereja saat beliau di Eropa,” tegas Desy memberikan rasa berkesannya terhadap materi dari Pak Syamsul.

Kegiatan Sekolah Dialoq Islam dan Khonghucu untuk Perdamaian berlangsung selama tiga hari dengan beberapa materi dan game-game menarik.

“Event ini sangatlah menarik sekali dan memiliki sisi edukasi,” ungkap Mario dari Unhas, pada saat  mengikuti kegiatan tersebut.

Mereka ini Berdialog sambil Belajar Hubungan Lintas Agama

 

Sekolah Dialog Islam dan Khonghucu di Kelenteng Eng An Kiong Malang

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *