Buku Membongkar Sejarah Korelasi Khonghucu dan Tionghoa Indonesia (Tiong Hoa Hwe Koan)

“Membongkar Sejarah Korelasi Khonghucu dan Tionghoa Indonesia (Tiong Hwa Hwe Koan) diambil dari Catatan Kwee Tek Hoay dalam Majalah Moestika Romans 1933Penganut Khonghucu yang ingin mengetahui jati dirinya wajib membaca karya ini. Jika tidak maka akan dikhawatirkan menggung resiko kehilangan sejarah dan kehebatan apa yang telah dilakukan oleh para leluhur pendahulunya
Esai ini sangat bagus bagi para rohaniwan Khonghucu dan para aktivis Khonghucu serta para ilmuan yang konsen pada ilmu sejarah, karena didalamnya tidak hanya menceritakan sejarah agama Khonghucu di Indonesia pada jaman Pra Kemerdekaan. Tapi juga seluk beluk sejarah perjalanan umat Khonghucu dan etnis Tionghoa di Indonesia.

Esai ini juga memuat sejarah awal terbetuknya tata cara upacara kematian dan perkawinan sesuai ajaran Khonghucu pada masayarat tionghoa di Indonesia, esai ini juga menghasilkan sebuah pemikiran baru dimana ternyata sekolah Pahoa yang sekarang tersohor itu adalah sekolah berbasis agama Khonghucu yang merupakan sekolah Tiong Hwa Hwe Koan (THHK) di Batavia.

Dalam buku ini juga membahas bagaimana pengaruh THHK yang berdiri tahun 1900 dapat memberikan inspirasi terhadap terbentuknya gerakan Boedi Oetomo pada 1908

Kaum muda, intelektual dan para akademisi Khonghucu wajib membaca esai ini sehingga mengetahui sejarah yang sesungguhnya agar dapat menjadi individu yang ingin mengetahui apa yang menjadi keyakinannya terhadap agama Khonghucu (know what you believe).

Lalu bisa mempertanggung jawabkan bertanya pada diri sendiri dan masyarakat mengapa ia meyakini agama Khonghucu? (why you believe),

dengan demikian ia akan dapat menjadi individu yang matang dan faham akan asal usulnya sehingga keyakinannya dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan logis (accountable faith).

Seperti kata Nabi Kong Zi (Confucius) “Pelajarilah sejarah dengan demikian kita bisa banyak belajar dari apa yang sudah terjadi sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama pada masa lampau. Dan kita juga bisa menduga apa yang akan terjadi di masa depan”

Dimana Sunzi ahli strategi perang juga menyatakan “Untuk mengalahkan sebuah negara besar tidak perlu mengirimkan seribu pasukan dan kereta perang, hal ini hanya perlu kita buat generasi muda negara itu lupa dan tidak tahu akan kebesaran dan jasa para pahlawan mereka, maka dengan demikian negara (komunitas) tersebut akan hancur dengan sendirinya”
Harga 75.000,- (belum termasuk ongkir) penerbit Spouc Journal, Surabaya

Sebagian hasil penjualan buku ini akan digunakan untuk mendukung Program #Beasiswa_Gemaku_Peduli

Pemesanan bisa hub 081574084553 (WhatApps)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *