Waktu Belum Tentu Dapat Membuktikan Banyak Hal

Spread the love

Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini, tidak akan terulang kembali.

Namun ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan, yaitu BELAJAR dari masa lalu untuk hari esok yang lebih baik.

Walau hati lagi segalau apapun, janganlah ditampilkan di raut muka, karena tidak ada orang yang suka melihatnya.

Hidup semiskin apapun, tidak usah diutarakan, karena tidak ada orang yang tanpa alasan memberikan kita uang.

Kerja seletih apapun, ga perlu ngomel, karena tidak ada orang yang tanpa alasan akan membantu kita bekerja.

Hidup sesulit apapun, jangan hilang kepercayaan diri, karena esok hari akan lebih indah.

Jika sedang bersedih tataplah langit, langit begitu luas, pasti bisa menampung semua perasaan kita yang tertekan.

Jangan lupa kepada orang yang pernah membantu kita, jangan benci kepada orang yang pernah mengasihi kita, jangan menipu orang yang mempercayai kita.

Walaupun waktu belum tentu dapat membuktikan banyak hal, namun pasti bisa membuat kita mengerti banyak hal.

Copas dari: Tajba Bali Vegan Milk

Ikahana produces creative work for you. From tech to e-commerce, B2B to nonprofit, hospitality to healthcare, our intellects and imaginations adapt to any industry. Our minds and doors are open. Come in and talk with us.


Spread the love

Pesta Perkawinan Emas

Spread the love

Pada suatu Pesta Perkawinan Emas, sang nyonya harus menjawab pertanyaan MC.

MC: Apakah ibu merasa suami ibu ada kekurangannya?

Sang nyonya: Sebanyak bintang di langit, tidak sanggup untuk menghitungnya.

MC (Terkejut): Lalu apakah kebaikan suami ibu juga banyak?

Sang nyonya: Sedikit….. Bagaikan matahari di langit.

MC (Penasaran): Lalu kenapa ibu bisa hidup bersamanya selama setengah abad dan tetap saling menyayangi?

Sang nyonya: Karena begitu matahari terbit, semua bintang di langit jadi tidak kelihatan

MC: Luaarr biasaa

Dan tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Pesan moral:
Kebencian bisa menimbulkan pertengkaran, tetapi rasa kasih sayang bisa menutupi semua kekurangan masing-masing

Sungguh luar biasa.

Inilah rahasia keharmonisan dan kerukunan sebuah hubungan

Kelanggengan persahabatan, keharmonisan pasangan, kerukunan sebuah hubungan, karena bisa saling mengalah, saling menghargai, saling menghormati dan melihat kebaikan dari masing-masing atas dasar kasih sayang

Lihatlah kebaikan
Lupakan kesalahan
Belajarlah Memafaakan

Semoga bermanfaat

Copas dari: Tajba Bali Vegan Milk

Ikahana produces creative work for you. From tech to e-commerce, B2B to nonprofit, hospitality to healthcare, our intellects and imaginations adapt to any industry. Our minds and doors are open. Come in and talk with us.


Spread the love

Manisnya Permen dari Bapak Masih Terasa di Mulut Saya

Spread the love

Seorang lelaki tua terbaring lemah di sebuah rumah sakit.

Sementara seorang anak muda datang menengoknya setiap hari dan menghabiskan waktu berjam-jam bersama lelaki tua itu.

Anak muda itu menyuapinya, membersihkan badannya, dan membimbingnya berjalan-jalan di taman, lalu membantunya kembali berbaring.

Anak muda itu baru pergi setelah merasa bila lelaki tua itu sudah bisa ditinggal.

Suatu ketika seorang perawat yang memberi obat dan memeriksa kondisi orang tua itu, berkata: “Bapak punya anak yang berbakti. Setiap hari ia datang untuk mengurus Bapak. Sungguh beruntung ya, Pak.”

Lelaki tua itu memandang perawat itu sejenak, lalu memejamkan kedua matanya.

Dengan nada sedih, lelaki tua itu berkata,

“Saya berangan-angan, seandainya ia adalah salah seorang anak saya.
Sebenarnya, Ia adalah anak yatim yang tinggal di lingkungan tempat tinggal kami.
Dulu sekali, saya melihatnya menangis setelah kematian ayahnya.
Saya pun menghiburnya, dan membelikan PERMEN untuknya.
Setelah itu saya tidak pernah lagi berbincang dengannya.
Kemudian ketika ia tahu kalau saya dan istri hanya tinggal berdua saja, ia pun berkunjung setiap hari untuk memastikan kami baik-baik saja.
Ketika kondisi fisik saya mulai menurun, ia mengajak saya dan istri saya tinggal di rumahnya, lalu secara rutin membawa saya ke rumah sakit untuk mengecek kondisi kesehatan.”

Saya pun pernah bertanya padanya, “Nak, mengapa engkau menyusahkan diri untuk mengurus kami?”

Sambil tersenyum anak itu menjawab, “Manisnya permen dari bapak masih terasa di mulut saya, Pak…”

Copas dari: Tajba Bali Vegan Milk

Ikahana produces creative work for you. From tech to e-commerce, B2B to nonprofit, hospitality to healthcare, our intellects and imaginations adapt to any industry. Our minds and doors are open. Come in and talk with us.


Spread the love

Penerbangan Confucius Pertama Kali Pesawat Shandong Airlines

Spread the love

Penerbangan Confucius pertama kali pesawat oleh Shandong Airlines telah dimulai pada tanggal 6 Juni 2018 dari Jinan ke Guangzhou.

Ekterior dan interior pesawat dihias gambar Confucius / Kongzi dan setiap penumpang diberi kitab Analects / Lunyu.

Bagi yang ingin bertanya mengenai isi kitab Lunyu, para awak pesawat siap menjawabnya.

Hal ini juga membuka peluang bagi umat Khonghucu untuk melamar menjadi awak pesawat.

Shandong adalah provinsi dimana Nabi Kongzi dan banyak filsuf lahir. Kota Qufu sebagai tempat kelahiran Nabi Kongzi di provinsi Shandong mempromosikan dirinya sebagai The Holy City in the East (东方圣城).

Sumber:
https://www.tionghoa.com/penerbangan-confucius-pertama-kali-pesawat-shandong-airlines/

Ikahana produces creative work for you. From tech to e-commerce, B2B to nonprofit, hospitality to healthcare, our intellects and imaginations adapt to any industry. Our minds and doors are open. Come in and talk with us.


Spread the love

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439H

Spread the love

Andai jemari tak sempat berjabat.

Andai raga tak dapat bertatap.

Seiring beduk yang menggema seruan takbir yang berkumandang.

Kami haturkan salam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Jika ada kata, serta khilaf membekas lara.. mohon dimaafkan.

Ikahana produces creative work for you. From tech to e-commerce, B2B to nonprofit, hospitality to healthcare, our intellects and imaginations adapt to any industry. Our minds and doors are open. Come in and talk with us.


Spread the love

Selamat Hari Pendidikan Nasional, Pandangan Agama Khonghucu tentang Pendidikan

Spread the love

惟德动天, 2 Mei adalah *Hari Pendidikan Nasional*.
Bagaimana pandangan Khonghucu terhadap pendidikan?

“Seorang Junzi/Susilawan yg mengerti *apa yang menjadikan PENDIDIKAN BERHASIL dan BERKEMBANG*, dan mengerti *apa yang menjadikan PENDIDIKAN HANCUR*, ia boleh *menjadi GURU* bagi orang lain.
Maka cara seorang Junzi memberikan PENDIDIKAN :
1. Membimbing berjalan, tidak menyeret menumbuhkan *KEHARMONISAN*.

2. Menguatkan dan tidak menjerakan, itu memberi *KEMUDAHAN*.

3. Membuka jalan tetapi tidak menuntun sampai akhir pencapaian, menjadikan orang *BERPIKIR*.

Menimbulkan *KEHARMONISAN*,
memberi *KEMUDAHAN*, dan menjadikan orang *BERPIKIR*, itu adalah *PENDIDIKAN* yang *BAIK*.
(Liji Xue Ji/Catatan Tentang Pendidikan XVI:13)

Kristan, holds a Master of Comparative Religion in 2015 from the State Islamic University (UIN), where today he is a lecturer in comparative religion from Surya University. although a follower of Confucian but he studied at an Islamic religious university, Kristan pleased to learn the goodness of all religions because he realized that all the belief is that it teaches good things to unite with man, nature and the creator.


Spread the love

Keturunan Nabi Kongzi (Confucius) Kunjungi Boen Bio Surabaya

Spread the love

Keturunan Confucius (Nabi Kongzi) sambangi Boen Bio Surabaya

Kunjungan keturunan ke-75 Nabi Kongzi ke Klenteng Boen Bio ini, dimanfaatkan untuk berbagi ilmu tatacara upacara sembahyang yang benar.

SURABAYA, 29 April 2018– Keturunan Nabi Kongzi yg ke-75, sekaligus Vice President, Confucius Genealogi Regular Reneval Association, juga sebagai Deputy Secretary General, World Union of Confucius Descendants The Head of Kong Clan Prot-Net, beranjangsana ke Klenteng Boen Bio, Surabaya, Minggu (29/4) lalu.

Menurut sesepuh Klenteng Boen Bio Surabaya Budi Widjaya, kunjungan Mr. Kong Xiang ke Indonesia adalah dalam rangkain bisnis dan sekaligus memperkenalkan tentang tata upacara sembahyang Ru Jiao atau agama Khonghucu di Tiongkok yang sampai saat ini tetap dilakukan.

http://indochinatown.com/daerah/keturunan-nabi-kongzi-sambangi-klenteng-boen-bio/3787

“Saat ini di Indonesia sangat minim narasumber tentang pengetahuan Agama Khonghucu. Apalagi yang datang dari luar negeri seperti Mr. Kong Xiangdong. Ini merupakan kesempatan yang langka mendengarkan langsung dari narasumber keturunan dari Nabi Kongzi ke-75,” papar Budi Wijaya

Dalam kesempatan itu, lanjut Budi Wijaya, dengan hadirnya Mr. Kong Xiangdong ke Klenteng Boen Bio, pihaknya mengundang berbagai tempat ibadah baik yang ada di Surabaya dan kota-kota lain yang ada di Jawa Timur.”Ini merupakan kesempatan bagi umat Khonghucu untuk mendengarkan pemaparan beliau tentang tata upacara peribadahan Khonghucu yg tetap dilaksanakan di Tiongkok sampai saat ini,” imbuh Budi Wijaya.

Yang dipaparkan, Mr. Kong Xiangdong, jelas Budi Wijaya, dari mulai dari peralatan upacara, pakaian dan skema peribadahan. Menurut Mr. Kong Xiangdong, tata upacara ini sudah dilaksanakan sejak jaman dinasti Chun Jiu (Jaman Nabi Kongzi) sampai sekarang. “Semoga kehadiran beliau di Klenteng Boen Bio bisa memberi manfaat dan menambah pengetahuan tentang peribadahan agama Khonghucu. Apalagi nara sumbernya langsung dari keturunan Nabi Kongzi,” pungkas sesepuh Klenteng Boen Bio ini.

http://indochinatown.com/daerah/keturunan-nabi-kongzi-sambangi-klenteng-boen-bio/3787

Kristan, holds a Master of Comparative Religion in 2015 from the State Islamic University (UIN), where today he is a lecturer in comparative religion from Surya University. although a follower of Confucian but he studied at an Islamic religious university, Kristan pleased to learn the goodness of all religions because he realized that all the belief is that it teaches good things to unite with man, nature and the creator.


Spread the love

Islam and Confucian Dialogue, Jakarta, October 2017

Spread the love

Dialog Islam – Khonghucu 2017

Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Kongzi ke 2568, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) mengadakan serangkaian kegiatan, salah satunya Dialog Islam – Khonghucu yang diselenggarakan di Hotel Hariston, Jakarta, Senin 16/10/2017.

Dialog yang mengangkat tema “Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia” ini menghadirkan Menteri Agama Republik Indonesia, Drs. Lukman Hakim Saifuddin sebagai pembicara kunci sekaligus membuka kegiatan ini.

Dialog Islam – Khonghucu ini bertjujuan mempererat hubungan antara Islam dan Khonghucu serta mencari titik temu dan jalan bersama untuk membantu mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi kita sebagai bangsa maupun warga negara.

(Foto: @Wibisana Ie, @Ardyan Johanka)

 

 

 

Kristan, holds a Master of Comparative Religion in 2015 from the State Islamic University (UIN), where today he is a lecturer in comparative religion from Surya University. although a follower of Confucian but he studied at an Islamic religious university, Kristan pleased to learn the goodness of all religions because he realized that all the belief is that it teaches good things to unite with man, nature and the creator.


Spread the love

The Islam and Confucianism Dialogue, Best Western Hariston, Jakarta, October 16 2017

Spread the love

Kristan, holds a Master of Comparative Religion in 2015 from the State Islamic University (UIN), where today he is a lecturer in comparative religion from Surya University. although a follower of Confucian but he studied at an Islamic religious university, Kristan pleased to learn the goodness of all religions because he realized that all the belief is that it teaches good things to unite with man, nature and the creator.


Spread the love

Buku Membongkar Sejarah Korelasi Khonghucu dan Tionghoa Indonesia (Tiong Hoa Hwe Koan)

Spread the love

“Membongkar Sejarah Korelasi Khonghucu dan Tionghoa Indonesia (Tiong Hwa Hwe Koan) diambil dari Catatan Kwee Tek Hoay dalam Majalah Moestika Romans 1933Penganut Khonghucu yang ingin mengetahui jati dirinya wajib membaca karya ini. Jika tidak maka akan dikhawatirkan menggung resiko kehilangan sejarah dan kehebatan apa yang telah dilakukan oleh para leluhur pendahulunya
Esai ini sangat bagus bagi para rohaniwan Khonghucu dan para aktivis Khonghucu serta para ilmuan yang konsen pada ilmu sejarah, karena didalamnya tidak hanya menceritakan sejarah agama Khonghucu di Indonesia pada jaman Pra Kemerdekaan. Tapi juga seluk beluk sejarah perjalanan umat Khonghucu dan etnis Tionghoa di Indonesia.

Esai ini juga memuat sejarah awal terbetuknya tata cara upacara kematian dan perkawinan sesuai ajaran Khonghucu pada masayarat tionghoa di Indonesia, esai ini juga menghasilkan sebuah pemikiran baru dimana ternyata sekolah Pahoa yang sekarang tersohor itu adalah sekolah berbasis agama Khonghucu yang merupakan sekolah Tiong Hwa Hwe Koan (THHK) di Batavia.

Dalam buku ini juga membahas bagaimana pengaruh THHK yang berdiri tahun 1900 dapat memberikan inspirasi terhadap terbentuknya gerakan Boedi Oetomo pada 1908

Kaum muda, intelektual dan para akademisi Khonghucu wajib membaca esai ini sehingga mengetahui sejarah yang sesungguhnya agar dapat menjadi individu yang ingin mengetahui apa yang menjadi keyakinannya terhadap agama Khonghucu (know what you believe).

Lalu bisa mempertanggung jawabkan bertanya pada diri sendiri dan masyarakat mengapa ia meyakini agama Khonghucu? (why you believe),

dengan demikian ia akan dapat menjadi individu yang matang dan faham akan asal usulnya sehingga keyakinannya dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan logis (accountable faith).

Seperti kata Nabi Kong Zi (Confucius) “Pelajarilah sejarah dengan demikian kita bisa banyak belajar dari apa yang sudah terjadi sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama pada masa lampau. Dan kita juga bisa menduga apa yang akan terjadi di masa depan”

Dimana Sunzi ahli strategi perang juga menyatakan “Untuk mengalahkan sebuah negara besar tidak perlu mengirimkan seribu pasukan dan kereta perang, hal ini hanya perlu kita buat generasi muda negara itu lupa dan tidak tahu akan kebesaran dan jasa para pahlawan mereka, maka dengan demikian negara (komunitas) tersebut akan hancur dengan sendirinya”
Harga 75.000,- (belum termasuk ongkir) penerbit Spouc Journal, Surabaya

Sebagian hasil penjualan buku ini akan digunakan untuk mendukung Program #Beasiswa_Gemaku_Peduli

Pemesanan bisa hub 081574084553 (WhatApps)

Kristan, holds a Master of Comparative Religion in 2015 from the State Islamic University (UIN), where today he is a lecturer in comparative religion from Surya University. although a follower of Confucian but he studied at an Islamic religious university, Kristan pleased to learn the goodness of all religions because he realized that all the belief is that it teaches good things to unite with man, nature and the creator.


Spread the love