The Islam and Confucianism Dialogue, Best Western Hariston, Jakarta, October 16 2017

Spread the love

Kristan, holds a Master of Comparative Religion in 2015 from the State Islamic University (UIN), where today he is a lecturer in comparative religion from Surya University. although a follower of Confucian but he studied at an Islamic religious university, Kristan pleased to learn the goodness of all religions because he realized that all the belief is that it teaches good things to unite with man, nature and the creator.


Spread the love

Perwakilan Gemaku menghadiri acara kemenlu

Spread the love

img-20161130-wa0005Perwakilan Generasi Muda Khonghucu (GEMAKU) Oscard dan sandy, menghadiri acara yang di selenggarakan oleh Kemenlu yang bekerja sama dengan ASEAN institute of peace and reconciliation (AIPR) dan ASEAN study center, dengan Tema ” Membendung violent extremism dan islamophobia: peran penting kaum muda” di Aula Juwono sudarsono, fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (FSIP) universitas Indonesia. 30 november 2016


Spread the love

Umat Khonghucu yakini Islam sebagai mitra pelindung

Spread the love

Umat Khonghucu yakini Islam sebagai mitra pelindung

Sabtu, 5 November 2016 19:43 WIB – 4.243 Views

Pewarta: Hanni Sofia Soepardi

Jakarta (ANTARA News) – Umat Khonghucu meyakini umat Islam di Indonesia dapat menjadi mitra sekaligus pelindung dalam kehidupan bermasyarakat dan berdemokrasi di Tanah Air.
Ketua Presidium Generasi Muda Khonghuchu Indonesia (GEMAKU) Pusat Kristan, Conf.Sc, MA di Jakarta, Sabtu, mengatakan Umat Islam selama ini sudah memainkan peran sebagai mitra dan pelindung yang baik bagi kaum minoritas di Indonesia.
“Kami masih tetap meyakini Umat Islam sebagai partner dan pelindung dalam bermasyarakat,” katanya.

Pihaknya bahkan telah membuat Pernyataan Sikap Bersama DPP Generasi Muda (Gema) Mathlaul Anwar dan Generasi Muda Khonghuchu (Gemaku) Indonesia Pusat pada Posko Simpatik dalam aksi 4 November 2016.
Kedua pihak sepakat mendukung pemerintah untuk memproses secara hukum laporan dugaan penistaan agama yang dilakukan saudara Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).

“Kami mengapresiasi umat Islam yang melakukan aksi turun ke jalan secara damai dan simpatik,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Umum DPP Gema Mathlaul Anwar Ahmad Nawawi menyatakan umat Islam selalu berusaha menjadi mitra yang baik bagi umat lain dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Terkait aksi 4 November 2016, pihaknya sangat mengapresiasi aparat keamanan yang melakukan pengawalan secara persuasif dengan cara-cara inovatif sehingga demonstrasi berlangsung aman.

“Kami menegaskan bahwa umat Islam sangat menghargai umat agama lain sehingga di masa mendatang setiap umat beragama yang berbeda dapat bekerja sama di segala bidang dengan prinsip saling menghargai, menghormati, dan memahami,” demikian Nawawi.

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2016

http://m.antaranews.com/berita/594394/umat-khonghucu-yakini-islam-sebagai-mitra-pelindung

Kristan, holds a Master of Comparative Religion in 2015 from the State Islamic University (UIN), where today he is a lecturer in comparative religion from Surya University. although a follower of Confucian but he studied at an Islamic religious university, Kristan pleased to learn the goodness of all religions because he realized that all the belief is that it teaches good things to unite with man, nature and the creator.


Spread the love

Gemaku.org Islam and Confucian School of Peace, Malang, 14-16 Oktober 2016

Spread the love

Mereka ini Berdialog sambil Belajar Hubungan Lintas Agama

Sejumlah mahasiswa dari berbagai daerah di tanah air mengikuti kegiatan Sekolah Dialog Islam dan Khonghucu untuk Perdamaian di Klenteng Eng An Kiong Malang, pada 14 – 16 Oktober 2016.

Kegiatan tersebut secara khusus mengajak mahasiswa S1 maupun S2 berpartisipasi untuk mengikuti kegiatan dialog lintas agama. Sejumlah materi terkait menghilangkan prasangka, membangun harmoni maupun etika sosial diberikan untuk menciptakan pengetahuan baru bagi mahasiswa tentang pentingnya dialog lintas iman.

Sejumlah pemateri dengan otoritas keilmuwan mempuni dibidangnya pun diundang untuk memberikan pemahaman signifikan tentang perlunya dialog lintas iman tersebut.

img-20161017-wa027

Salah satu peserta, Desi Fajarwati Lesmana dari UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus anggota YIPC Jawa Timur, mengemukan jika kegiatan tersebut sangat berkesan, memberikan pemahaman yang cukup luas tentang manfaat etika sosial.

“Materi berkesan sih tentang etika sosial yang dibawakan oleh Pak Syamsul Arifin. Pemateri tersebut menggunakan teori dari Abdullah Said terkait core values – fundamental values, interpretation dan manifestation,” ungkap Desi.

Dia menambahkan jika pemahaman sederhananya seperti ini, core values merupakan inti dari dalam agama. Di dalam islam, misalnya terkait sholat, puasa, dll dan itulah yang disebut fundamental values dan melekat kuat bagi para pemeluknya. Sedangkan interpretasi ini kemudian menjadikan banyak perbedaan dalam setiap agama. Hal ini juga dikaitkan adanya manifestasi, berupa sentuhan budaya dalam setiap keyakinan dan agama.

Pesan lainnya, lanjut Desi, adanya etika yang bisa dijalankan dengan penuh kesadaran, yaitu memahami sesuatu yang baik dan buruk.

“Pak Syamsul mengambil pelajaran dari Film Rudy Habibi tidak membatasi dan menyimplifikasikan tuhan dalam agama dan juga tidak menyimplifikasikan tuhan dalam tempat ibadah. Sebab Rudy Habibi pernah melakukan sholat dalam Gereja saat beliau di Eropa,” tegas Desy memberikan rasa berkesannya terhadap materi dari Pak Syamsul.

Kegiatan Sekolah Dialoq Islam dan Khonghucu untuk Perdamaian berlangsung selama tiga hari dengan beberapa materi dan game-game menarik.

“Event ini sangatlah menarik sekali dan memiliki sisi edukasi,” ungkap Mario dari Unhas, pada saat  mengikuti kegiatan tersebut.

Mereka ini Berdialog sambil Belajar Hubungan Lintas Agama

 

Sekolah Dialog Islam dan Khonghucu di Kelenteng Eng An Kiong Malang

Kristan, holds a Master of Comparative Religion in 2015 from the State Islamic University (UIN), where today he is a lecturer in comparative religion from Surya University. although a follower of Confucian but he studied at an Islamic religious university, Kristan pleased to learn the goodness of all religions because he realized that all the belief is that it teaches good things to unite with man, nature and the creator.


Spread the love