Selamat Hari Pendidikan Nasional, Pandangan Agama Khonghucu tentang Pendidikan

Spread the love

惟德动天, 2 Mei adalah *Hari Pendidikan Nasional*.
Bagaimana pandangan Khonghucu terhadap pendidikan?

“Seorang Junzi/Susilawan yg mengerti *apa yang menjadikan PENDIDIKAN BERHASIL dan BERKEMBANG*, dan mengerti *apa yang menjadikan PENDIDIKAN HANCUR*, ia boleh *menjadi GURU* bagi orang lain.
Maka cara seorang Junzi memberikan PENDIDIKAN :
1. Membimbing berjalan, tidak menyeret menumbuhkan *KEHARMONISAN*.

2. Menguatkan dan tidak menjerakan, itu memberi *KEMUDAHAN*.

3. Membuka jalan tetapi tidak menuntun sampai akhir pencapaian, menjadikan orang *BERPIKIR*.

Menimbulkan *KEHARMONISAN*,
memberi *KEMUDAHAN*, dan menjadikan orang *BERPIKIR*, itu adalah *PENDIDIKAN* yang *BAIK*.
(Liji Xue Ji/Catatan Tentang Pendidikan XVI:13)

Kristan, holds a Master of Comparative Religion in 2015 from the State Islamic University (UIN), where today he is a lecturer in comparative religion from Surya University. although a follower of Confucian but he studied at an Islamic religious university, Kristan pleased to learn the goodness of all religions because he realized that all the belief is that it teaches good things to unite with man, nature and the creator.


Spread the love

The Islam and Confucianism Dialogue, Best Western Hariston, Jakarta, October 16 2017

Spread the love

Kristan, holds a Master of Comparative Religion in 2015 from the State Islamic University (UIN), where today he is a lecturer in comparative religion from Surya University. although a follower of Confucian but he studied at an Islamic religious university, Kristan pleased to learn the goodness of all religions because he realized that all the belief is that it teaches good things to unite with man, nature and the creator.


Spread the love

Umat Khonghucu yakini Islam sebagai mitra pelindung

Spread the love

Umat Khonghucu yakini Islam sebagai mitra pelindung

Sabtu, 5 November 2016 19:43 WIB – 4.243 Views

Pewarta: Hanni Sofia Soepardi

Jakarta (ANTARA News) – Umat Khonghucu meyakini umat Islam di Indonesia dapat menjadi mitra sekaligus pelindung dalam kehidupan bermasyarakat dan berdemokrasi di Tanah Air.
Ketua Presidium Generasi Muda Khonghuchu Indonesia (GEMAKU) Pusat Kristan, Conf.Sc, MA di Jakarta, Sabtu, mengatakan Umat Islam selama ini sudah memainkan peran sebagai mitra dan pelindung yang baik bagi kaum minoritas di Indonesia.
“Kami masih tetap meyakini Umat Islam sebagai partner dan pelindung dalam bermasyarakat,” katanya.

Pihaknya bahkan telah membuat Pernyataan Sikap Bersama DPP Generasi Muda (Gema) Mathlaul Anwar dan Generasi Muda Khonghuchu (Gemaku) Indonesia Pusat pada Posko Simpatik dalam aksi 4 November 2016.
Kedua pihak sepakat mendukung pemerintah untuk memproses secara hukum laporan dugaan penistaan agama yang dilakukan saudara Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).

“Kami mengapresiasi umat Islam yang melakukan aksi turun ke jalan secara damai dan simpatik,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Umum DPP Gema Mathlaul Anwar Ahmad Nawawi menyatakan umat Islam selalu berusaha menjadi mitra yang baik bagi umat lain dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Terkait aksi 4 November 2016, pihaknya sangat mengapresiasi aparat keamanan yang melakukan pengawalan secara persuasif dengan cara-cara inovatif sehingga demonstrasi berlangsung aman.

“Kami menegaskan bahwa umat Islam sangat menghargai umat agama lain sehingga di masa mendatang setiap umat beragama yang berbeda dapat bekerja sama di segala bidang dengan prinsip saling menghargai, menghormati, dan memahami,” demikian Nawawi.

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2016

http://m.antaranews.com/berita/594394/umat-khonghucu-yakini-islam-sebagai-mitra-pelindung

Kristan, holds a Master of Comparative Religion in 2015 from the State Islamic University (UIN), where today he is a lecturer in comparative religion from Surya University. although a follower of Confucian but he studied at an Islamic religious university, Kristan pleased to learn the goodness of all religions because he realized that all the belief is that it teaches good things to unite with man, nature and the creator.


Spread the love

Focus Group Discussion : Celebrating Diversity of Peace “Pemuda Merayakan Keberagaman dan Mengamalkan Nilai-nilai Pancasila”

Spread the love

 

Dq. Anggi Sanjaya mewakili Gemaku dalam acara focus group discussion lintas agama yang digagas oleh Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Jakarta bersama Orang Muda Lintas Agama. Peserta berasal dari beberapa organisasi dan lembaga kepemudaan lintas agama (PMKAJ, PMKRI, PHDI, Hikmahbudhi, IPPNU, Forum Jong Indonesia, ANBTI, Gusdurian, ICRP, Peradah, Pemuda MATAKIN, dll).

Kegiatan ini dibuka oleh Bpk. Anang Prihantoro (Anggota DPD – RI), beliau menyampaikan bahwa pemuda lintas agama harus sering bertemu dan berjumpa dalam segala hal. Sebab keberagaman akan tumbuh jika para pemuda mampu berdialog dan membangun persaudaraan guna membangun bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik.

Selanjutnya diikuti beberapa narasumber lain diantaranya; Yudi Latief (Ketua Reform Institute dan Kepala Pusat Study Pancasila, Alissa Wahid (Gusdurian), Bhikku Darmakaro (Walubi), Pdt. Manuel E. Raitung (Ketua PGI Jakarta), Prof. Magnis Suseno, Bpk. Dr. H. Rumadi (PBNU), Js. Liem Liliany Lontoh (Matakin Jakarta). Wayan Sudane (PHDI), dll.

Hasil FGD Dalam Komitmen Bersama Orang Muda Lintas Agama

1. Menggugah dan mengingatkan orang muda Indonesia tentang pentingnya budaya dialog antar umat dari berbagai latar belakang agama dan tradisi budaya agar tercipta budaya damai, toleran dan saling memahami antar umat, sebagai aktualisasi kasih kepada Tuhan Allah dan sesama sesuai dengan ajaran kasih dari agama dan keyakinan masing-masing.

2. Agar peran kerukunan antar agama dapat menjadi suatu forum untuk saling tukar informasi diantara umat dari berbagai latar belakang budaya dan agama guna mendapatkan pemahaman yang lengkap dan mencari common world agar tercipta budaya toleransi dan saling memahami satu sama lain.

3. Menyebarluaskan budaya damai dan toleran sampai di tingkat akar rumput secara bersama-sama oleh tokoh lintas agama dan memperteguh pelayanan kasih dalam sesama umat beriman.

4. Memfasilitasinya orang muda dari berbagai agama untuk saling mengenal perbedaan agama dan memahami nilai-nilai pancasila serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

5. Membentuk komunitas orang muda lintas agama yang mempunyai visi keterbukaan, toleran dan mengedepankan dialog untuk mewujudkan perdamaian.

6. Memunculkan para orang muda sebagai lokomotif perdamaian berbakat yang concern terhadap isu-isu kerukunan dan perdamaian.

img-20160920-wa0036 img-20160920-wa0038 img-20160920-wa0039

 

Keberagaman merupakan sebuah keniscayaan yang tidak perlu lagi diperdebatkan, karena menyangkut kodrat dan hak manusia dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Apalagi orang yang membeda-bedakan manusia; membenci, menyalahkan seseorang hanya berdasar perbedaan SARA ialah orang yang justru secara tidak langsung menyalahkan Khalik Sang Pencipta Alam Semesta. Karena dari-Nya lah semua berasal, DIA tidak ingin kita sama, maka DIA mengilhami perbedaan itu untuk kemudian dapat dirajut oleh manusia menjadi sebuah bingkai besar gambaran keindahan dunia.

 

Sabtu, 17 September 2016

(Gedung Nusantara V Ruang GBHN Kompleks Parlemen MPR, DPR, DPD RI – Jakarta)


Spread the love

Kop Surat Gemaku

Spread the love

kop-surat-gemaku-yellow

Kristan, holds a Master of Comparative Religion in 2015 from the State Islamic University (UIN), where today he is a lecturer in comparative religion from Surya University. although a follower of Confucian but he studied at an Islamic religious university, Kristan pleased to learn the goodness of all religions because he realized that all the belief is that it teaches good things to unite with man, nature and the creator.


Spread the love