Persahabatan Sejati Muslim dan Tionghoa (Odong & Gemaku Foundation)

Odong (Ismayanti) dipanggil odong oleh teman-temannya karena ia selalu ingin ikut naik Odong-odong bersama teman-temannya, namun karena banyak keterbatasan ekonomi seringkali Odong tidak bisa mewujudkan mimpinya untuk bisa sering naik Odong-odong. Odong seorang anak yatim berumur 8 tahun bermimpi untuk sekolah dan rumahnya tidak bocor lagi. Ibunya bekerja serabutan kadang menjadi pencuci baju dan pekerjaan rumah tangga lainnya. Odong memiliki seorang adik kecil yang masih balita ia tinggal bersama ibu dan neneknya. Kehidupannya sangat terbatas, sampai kadang sampai tidak bisa membeli beras untuk menanak nasi untuk memenuhi kebutuhan makan keluarganya.

Kehidupannya mulai serba kekurangan ketika ayahnya yang seorang kernet truk harus meninggal dikarenakan tersetrum aliran listrik ketika mencuci bak truk yang menjadi kendaraannya mencari nafkah. Ayah Odong adalah sosok yang membantu team Gemaku Foundation ketika Banjir melanda Kampung Pulo Jakarta 2014, ayah Odong ikut membantu sebagai kernet Truk yang membawa logistik bantuan Gemaku ke lokasi banjir. Beberapa bulan setelah itu Ayah Odong yang menjadi satu-satunya tumpuan untuk mencari nafkah harus pergi meninggalkannya selama-lamanya. Praktis setelah itu kehidupan Odong menjadi tidak menentu. Untuk memenuhi kebutuhan hidup hanya bisa mengandalkan tenaga ibunya yang berkerja serabutan ditambah harus repot menjaga adik kecilnya yang masih balita.

Mengingat kontribusi ayahnya pada Gemaku, Odong dan keluarganya memang termasuk yang rutin mendapatkan bantuan paket sembako dari Gemaku terutama menjelang Ramadhan dan Lebaran. Moment berkesan ketika minggu kedua Ramadhan 1442 H ada sedikit bantuan dari Gemaku Foundation 3 Kg beras, dimana ibunya bersyukur sekali karena ketika moment itu mereka sedang tidak punya beras sama sekali untuk memenuhi makan dan buka puasa keluarganya. Ibu Odong berterima kasih sekali dan mencoba menceritakan keadaanya yang serba sulit. Maka tim Gemaku Foundation tergerak untuk mencoba membantu Odong menggalang dana untuk memperbaiki rumahnya dan di bulan Juli nanti Odong ingin sekali bisa sekolah.

Odong juga kesulitan masuk sekolah tahun ajaran baru kemarin karena ia tidak punya hape untuk mengerjakan tugas-tugas daring. Odong sempat mendaftar sekolah sebentar namun ia tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik dikarenakan tidak mempunyai hape untuk kegiatan belajar daring. Ibu odong berusaha pinjam dari tetangga namun apa daya persoalan pulsa, persoalan bentrok jadwal yang sama dengan pemilik hape membuat Odong tidak berdaya dan kesulitan untuk mengikuti pelajaran. Akhirnya Odong memilih berhenti sekolah karena segala keterbatasan itu.

Sumber bantuan Odong selama ini dari uluran tangan tetangga yang mencoba memberikan pekerjaan tambahan untuk ibunya agar mendapatkan upah, khususnya mencuci baju dan pekerjaan rumah lainnya. Namun pandemi Covid juga telah mempengaruhi tingkat permintaan bantuan kepada ibu Odong dalam bekerja membantu pekerjaan tetangga lainnya. Karena tetangga lainnya pun kesulitan akibat pandemic. Odong juga tinggal di satu kampung yang mayoritas penduduknya bekerja serabutan dan kekurangan. Situasi ini makin memperberat Odong dan keluarga

Gemaku merasa tergerak untuk menggalang dana bagi Odong dan keluarganya, sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada ayahnya yang telah membantu Gemaku dalam berbagai kegiatan. Semoga teman-teman lain kiranya sudi tergerak untuk membantu Odong.

Penggalangan dana bertujuan untuk memenuhi perbaikan rumah odong yang sangat terbatas, bocor dan kurang layak, Jika odong tidak dibantu maka tahun ajaran baru odong kesulitan untuk bisa mewujudkan mimpinya sekolah, kebutuhan gizi keluargnya akan sangat terbatas ditambah situasi pandemi kali ini. Rumah odong semakin hari semakin rusak dan tidak layak bocor tertimpa hujan dan cuaca. Gerakan ini juga tidak hanya untuk membantu keluarga Odong saja melainkan akan dapat diteruskan juga pada keluarga lainnya yang memiliki nasib yang sama seperti Odong. Odong dan keluarga bersedia di ambil dokumentasi aktivitasnya untuk dijadikan kampanye membantu keluarganya dan juga keluarga lainnya.

Bagi Team Gemaku Foundation yang kebetulan Tionghoa membantu Odong yang Muslim sama sekali bukan halangan dan hambatan, Karena Gemaku Foundation dalam salang menjaga tidak pernah melihat seseorang dari perbedaan  latar belakang agama, suku atau lainnya, Prinsip utama Gemaku ialah semua manusia bersaudara dan wajib saling menjaga dan membantu apapun latar belakang suku, agama ataupun lainnya. Karena Tuhan selalu berpihak kepada kemanusiaan

Sedikit ketulusan yang kita berikan untuk mendukung Odong dan keluarga pastinya akan sangat berguna bagi mereka, serta keluarga lainnya yang bernasib sama. Ayo kita bersama-sama mendukung Odong mewujudkan mimpinya untuk dapat tinggal dirumah yang lebih layak dan juga mendukung odong untuk terus bisa sekolah menggapai mimpinya. Teman-teman yang ingin mendukung membantu Odong bisa menyalurkanya via Rekening Yayasan GEMAKU BCA 5721220975

Seorang berperi cinta kasih jika ingin tegak maka membantu orang lain tegak, dia maju membantu orang lain maju. Dan apa yang diri sendiri tidak inginkan, tidak diberikan kepada orang lain. Karena diempat penjuru lautan semua manusia bersaudara. Jika merasa di empat samudra bersaudara maka, Damailah di Langit, damailah dibumi, Demikianlah Confucius mengajarkan kepada kita semua.

Jalinan persahabatan yang baik antara Odong dengan Gemaku Foundation sebenarnya sudah terjalin lama, Kakek Odong dari Ayah yang bernama Pak Udin berteman baik dengan member Gemaku Foundation. Kita bisa lihat kisah menarik hubungan kakek Odong yang muslim dengan salah seoramg member Gemaku Foundation ketika lebaran beberapa tahun yang lalu. Kebetulan dituliskan di media untuk menceritakan sebuah persahabatan seorang Muslim dengan temannya yang beretnis Tionghoa. Teman-teman bisa klik disini kisahnya https://rmol.id/read/2020/05/23/436189/ketulusan-lebaran-dari-seorang-muslim-untuk-sahabat-khonghucu

Music: Fu Qin by Chopsticks Brothers

 

 

 

 

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × four =